Hemotorak : darah, biasanya akibat trauma
Empiema : cairan purulen, akibat perluasan pneumonia atau abses paru
Chylothorak : chylus akibat rupturnya duktus thorasikus atau sekunder akibat invasi keganasan.
Hydropneumothorak : cairan dan udara
Pemeriksaan penunjang radiologis : Film dada, USG, CT-scan.
Penampakan radiologis Cairan pleura, pada posisi tegak, mengalami gravitasi pada bagian paling bawah thorak yang memberikan gambaran sinar x dada sebagai berikut :
- Lesi opak homogen, umumnya dg densitas yg sama dg bayangan jantung.
- Hilangnya garis diafragma
- Tidak terlihatnya gambaran paru atau bronkus
- Batas atas cekung dg level tertinggi pd axila
Seiring bertambah banyaknya cairan, terjadi pengurangan volume paru dan terjadi retraksi kea rah hilus. Pada awalnya cairan berkumpul dibagian posterior, kemudian menuju ruang costofrenikus dibagian lateral. Ketika cairan terdeteksi pd film dada PA standart, yg ditandai oleh penumpulan sudut costofrenikus, efusi pleura telah mencapai volume 200-300 ml. jika efusi bertambah luas, akan terjadi pergeseran mediastinum kea rah yang relawanan.
Efusi sub pulmonal
Disebabkan oleh pengumpulan cairan diantara diafragma dan bagian inferior paru. Batas atas bayangan cairan berjalan pararel dengan diafragma dan film dada PA akan menyerupai gambaran diafragma tinggi.
Efusi yang terlokulasi
Cairan dapat terlokulasi pada visura atau didekat dinding dada, dan keadaan ini kadang2 terlihat pada gagal jantung.
- USG merupakan pemeriksaan yg sangat sensitive dalam mendeteksi cairan pleura
- CT-scan juga dapat memperlihatkan efusi pleura dan berbagai kelainan yang terjadi.
berikut ini adalah link terkait dengan radiologi
No comments:
Post a Comment